Details
Unduh Docx
Baca Lebih Lajut
Wahai mahkota ciptaan, manusia dan semua makhluk terkasih di planet ini, hari ini saya berusaha mengerjakan tentang Dunia Dosy. “Dunia Dosy” berarti “Dunia Cinta”. Dan kalian sudah mendengar beberapa informasi tentang dunia ini sebelumnya. Ini adalah kelanjutannya. Orang-orang Dosy, mereka dulunya adalah vegan. Tapi sekarang mereka tidak perlu makan lagi. Mereka hidup dengan energi Cinta dari Rahmat TUHAN, oleh Rahmat TUHAN. Sama seperti orang-orang Tim Qo Tu kalian, dalam energi TUHAN, orang-orang yang kini tidak makan berada di Level Keempat ke atas, ditambah Metode Quan Yin. Sebagian lainnya melanjutkan di level yang lebih rendah hingga mereka mencapai Level Keempat. Dan kalian kemudian bisa... Sampai mereka akan mencapai… Baginda, sang Raja, akan mengajari mereka hingga level mereka meningkat. Saya bertanya kepada Baginda apakah dunia itu mengalami perang atau hal negatif apa pun, yang menimpa mereka, meskipun sebagian kecil dari mereka masih belum mencapai Level Keempat, dan belum butuh menjadi tanpa makan. Dia berkata, “Tidak, tidak ada lagi perang di sana, tidak ada perang sama sekali, karena semua warga di sana adalah vegan, setidaknya.” Jadi sebelum itu saya bertanya apakah… Saya punya dua catatan kecil, dan saya bacakan yang kedua terlebih dahulu, itulah mengapa. Jadi, pada catatan pertama, saya telah mencatat pertanyaan saya, apakah Dunia Dosy hanya mirip atau lebih baik daripada Tanah Baru Tim Qo Tu. Jadi, inilah kata-kata Baginda. Dia berkata, “Secara spiritual, tak ada yang bisa dibandingkan dengan Alam Baru Tim Qo Tu dan Alam Dosy, karena Tim Qo Tu adalah TUHAN SENDIRI.” Itulah mengapa saya bilang saya tidak ingin melaporkan tentang dunia ini kepada kalian. Ini adalah dunia pertama, tetapi saya ragu-ragu. Padahal saya bisa melakukannya. Saya memang sibuk, dan dengan banyak sekali pekerjaan, tetapi meskipun begitu, saya bisa melakukannya lebih awal, namun saya agak enggan. Saya harap saya masih aman di dunia ini setelah melaporkan semua percakapan ini kepada kalian. Dunia Dosy adalah bagian dari rencana universal besar yang telah saya sampaikan kepada kalian sebelumnya, yang telah diangkat ke peringkat rencana spiritual terpilih dan istimewa karena mereka telah mematuhi prinsip kemuliaan, kebajikan, dan status welas asih dari standar hidup. Jadi, mereka termasuk dalam jenis makhluk yang telah berevolusi, makhluk yang sangat berevolusi, berbeda dengan planet kita di sini. Kita masih belum berada di peringkat ini, belum dalam seleksi ini. Dan bisa hancur jika kita terus melanjutkan pola gaya hidup destruktif kita. Sejujurnya, saya tidak ingin membicarakan ini tentang dunia ini, tetapi saya rasa waktunya sudah lama tertunda. Saya tahu, saya tahu. Saya tak ingin membicarakannya, dan kalian tak ingin mendengarnya, tetapi lihatlah sekeliling kalian, dan kalian akan tahu bahwa saya mengatakan yang sebenarnya. Dan ada solusi yang sangat mudah. Cukup ikuti saja alam-alam lain yang telah ditingkatkan statusnya. Sekalipun mereka belum mencapai Level Keempat, mereka sudah menjadi vegan dan berlatih Metode Meditasi Quan Yin (bermeditasi pada Cahaya dan Suara batin Surgawi). Dengan rahmat TUHAN, tempat mereka sudah damai, berkelimpahan, penuh berkah, kegembiraan, dan kebahagiaan. Dan dunia indah mereka melampaui kemampuan bahasa duniawi kita untuk menggambarkannya. Mereka memiliki 6.393.562 orang, warga dalam populasi mereka. Dan mereka dapat mewujudkan lebih banyak lagi jika mereka mau, atau dapat mengambil lebih banyak orang dari alam yang lebih rendah yang ingin bersama mereka. Dunia mereka berjarak sekitar 890.000 tahun cahaya dari kita. Kapan kita akan mampu mengumpulkan cukup pahala untuk menciptakan kendaraan yang dapat kita gunakan sejauh itu untuk mengunjungi negeri yang menakjubkan ini? Soalnya, mungkin banyak manusia belum mencapai level yang lebih tinggi di atas Dunia Ketiga. Namun jika kita menjadi vegan, kita bisa berada di peringkat seperti Dunia Dosy ini. Saya sungguh berdoa agar kalian semua benar-benar terbangun dari ilusi mimpi buruk ini dan menyadari cara hidup yang lebih baik. Saya bertanya kepada Baginda Raja Nu apakah ada insan-hewan di dunia-Nya atau tidak. Baginda menjawab, “Tidak. Mereka perlu memiliki lebih banyak pahala khusus agar bisa terlahir sebagai manusia di Dunia Dosy. Namun, siapa pun yang sudah ada di sana dapat mengadopsi. Jika berada di level yang lebih tinggi, mereka dapat mengadopsi.” Banyak dari mereka bahkan masih berada di Level Ketiga, jumlahnya hanya sedikit, dan mereka sudah berada di perbatasan antara Level Ketiga dan Keempat. Jadi, kapan pun juga, mereka dapat melompat ke level kesadaran spiritual yang lebih tinggi di Level Keempat. Jadi, tidak sulit bagi mereka untuk mengadopsi makhluk dari alam lain ke planet mereka, ke alam spiritual mereka tempat orang-orang Dosy tinggal saat ini. Namun, para makhluk yang diadopsi ini tentu saja harus memiliki cukup pahala, serta ketulusan dan iman yang murni di dalam hati mereka. Kalian tahu, saya enggan melaporkan semua ini karena menurut saya ini terasa tidak aman. Lihatlah Yesus Kristus. Lihatlah semua Nabi di masa lalu – bagaimana Mereka hidup, bagaimana Mereka meninggal. Dan inilah salah satu alasan mengapa saya tidak melaporkan kepada kalian dalam waktu lama – banyak hal telah saya lakukan, banyak tempat telah saya kunjungi, atau banyak Buddha telah saya ajak bicara, misalnya. Sebenarnya kami tidak berbicara seperti ini. Kami tidak memakai bahasa lisan. Baru sekarang saya merasa sudah mulai tua. Siapa yang tahu apakah saya akan tinggal lama di dunia ini. Jadi, saya melaporkan banyak hal kepada kalian, yang sebelumnya tidak akan saya lakukan, juga atas Perintah TUHAN. Saya pasti akan terlalu enggan tanpa TUHAN yang terus-menerus memerintahkan saya, memerintahkan untuk menceritakan. Saya tanya ke Baginda Raja Nu, “Mengapa itu begitu mudah? Untuk tetap berada di Level Ketiga tertinggi dan hanya menjadi vegan, maka kalian dapat berada di negeri yang begitu indah, seperti negeri Anda, karena kedengarannya terlalu sederhana – hanya vegan dan meditasi Quan Yin.” Maka Baginda berkata kepada saya – kata-kata-Nya: Dia berkata, “Karena TUHAN menciptakan semua makhluk dengan konsep yang sangat sederhana. Cukup jadilah seperti yang telah ditakdirkan TUHAN. Bersikaplah penuh kasih, welas asih, dan percaya kepada TUHAN serta terhubung dengan Kekuatan TUHAN.” Baginda Raja mengatakan bahwa Dia masih terus memikul tanggung jawab dan mengajar siapa pun yang datang, siapa pun yang pernah ada, dan yang masih ada di Tanah-Nya. Dia akan terus mengajar mereka dan membimbing mereka ke Level tertinggi yang mungkin, menuju pembebasan, dengan kemampuan-Nya sendiri, menggunakan pahala dan kekuatan spiritual-Nya sendiri untuk mengangkat mereka. Kita berterima kasih kepada-Nya atas nama TUHAN untuk semua yang telah Dia selamatkan dan untuk masih terus menerima mereka yang cukup layak untuk berada di Tanah Buddha spiritual-Nya. Dan Tanah spiritual-Nya dapat dibandingkan dengan Tanah Buddha Amitābha. Carilah sutra itu dan bacalah untuk informasi kalian. Kemudian kalian bisa membayangkan sedikit lebih banyak tentang Tanah Para Buddha. “Sang Buddha kemudian berkata kepada Sesepuh Śāriputra: ‘Jika engkau melakukan perjalanan ke arah barat dari sini, melewati seratus ribu koṭi Tanah Buddha, engkau akan tiba di Tanah yang disebut Kebahagiaan Tertinggi, di mana terdapat seorang Buddha bernama Amitābha. Dia tinggal di sana sekarang, mengajarkan Dharma. ‘Śāriputra, mengapa Tanah itu disebut Kebahagiaan Tertinggi? Para makhluk di negeri itu tidak mengalami penderitaan, tetapi hanya menikmati berbagai kesenangan. Karena alasan ini, Tanah itu disebut Kebahagiaan Tertinggi. Lagi pula, Śāriputra, di Tanah Kebahagiaan Tertinggi terdapat tujuh baris pagar tangga, tujuh baris jaring hias, dan tujuh baris pepohonan. Semua itu terbuat dari empat jenis permata dan meliputi seluruh Tanah ini, meliputi segala sesuatu. Karena alasan inilah, Tanah itu disebut Kebahagiaan Tertinggi. Lagi pula, Śāriputra, di Tanah Kebahagiaan Tertinggi terdapat kolam-kolam tujuh permata yang dipenuhi dengan air yang memiliki delapan kualitas yang sangat baik. Dasar kolam-kolam tersebut hanya diselimuti dengan pasir emas, dan dari keempat sisi setiap kolam menjulang tangga-tangga dari emas, perak, beril, dan kristal. Di atasnya berdiri paviliun-paviliun yang dihiasi dengan emas, perak, beril, kristal, safir, mutiara kemerahan, dan cornelian. Di dalam kolamnya terdapat teratai sebesar roda kereta — yang biru memancarkan cahaya biru, yang kuning memancarkan cahaya kuning, yang merah memancarkan cahaya merah, dan yang putih memancarkan cahaya putih. Mereka menakjubkan dan indah, harum, dan murni. Śāriputra, Tanah Kebahagiaan Tertinggi dipenuhi dengan perhiasan yang demikian indah. ‘Dan lagi, Śāriputra, di Tanah Buddha itu Musik Surgawi dimainkan terus-menerus. Tanahnya terbuat dari emas. Enam kali pada siang dan malam hari bunga-bunga māndārava turun dari langit seperti hujan. […] Śāriputra, jika seorang pria atau wanita yang baik yang mendengar tentang Amitābha berpegang teguh pada Nama-Nya bahkan selama satu hari, dua hari, tiga, empat, lima, enam, atau tujuh hari dengan pikiran yang terkonsentrasi dan tak terganggu, maka pada saat kematian, Amitābha akan muncul bersama sejumlah Orang Kudus. Oleh karena itu, ketika kehidupan mereka berakhir, pikiran para aspiran itu tidak akan jatuh ke dalam kebingungan sehingga mereka akan segera terlahir di Tanah Kebahagiaan Tertinggi Amitābha. Śāriputra, setelah menyadari manfaat-manfaat ini, aku katakan: Semua makhluk hidup yang mendengar ajaran ini hendaknya bercita-cita untuk terlahir di Tanah itu.’” dari Sutra Tentang Buddha Amitābha yang disampaikan oleh Buddha Shakyamuni (vegan) Kutipan dari “Perenungan Sutra Kehidupan Tanpa Terbatas, sebagaimana Disampaikan oleh Buddha,” sebuah teks suci Buddha mengenai Tanah Buddha Amitābha Buddha berkata kepada Vaidehi: “Kamu dan makhluk hidup lainnya harus memusatkan pikiran dan mengarahkan pikiranmu untuk merenungkan Tanah Murni Barat. […] Selanjutnya, bayangkan airnya. Di Negeri Kebahagiaan, terdapat delapan kolam. Air di setiap kolam, yang terbentuk dari tujuh harta karun, ia lembut dan lentur, berasal dari permata pemenuh keinginan Raja. Air ini mengalir ke dalam empat belas sungai, masing-masing memantulkan warna-warna menakjubkan dari tujuh harta karun. Saluran-saluran itu berlapiskan emas, dan dasarnya terdiri dari pasir vajra berwarna-warni. Di setiap sungai, terdapat 6 miliar bunga teratai tujuh permata. Setiap bunga teratai berbentuk bulat sempurna, ukurannya seragam, dan membentang sejauh 12 yojana. Air muni mengalir di antara bunga-bunga tersebut, bergerak naik dan turun di sepanjang pepohonan. Suara halus dan indahnya menguraikan ajaran tentang penderitaan, kekosongan, ketidakkekalan, ketiadaan ego, dan Paramita, sekaligus memuji tanda-tanda dan ciri-ciri fisik para Buddha. Permata Raja yang mengabulkan keinginan memancarkan cahaya keemasan yang halus dan menakjubkan, yang berubah menjadi burung-burung dengan ratusan warna permata. Burung-burung ini berkicau dengan nada yang anggun dan harmonis, tanpa henti memuji praktik memohon perlindungan kepada Buddha, Dharma, dan Sangha. Inilah Visualisasi Air Delapan Kebajikan, yang disebut Kontemplasi Kelima. Di negeri yang penuh dengan harta tak terhitung ini, setiap wilayahnya berisi 50 miliar istana berhias permata. Di dalam istana-istana tersebut, para makhluk surgawi yang tak terhitung jumlahnya memainkan musik surgawi. Ada pula alat musik yang menggantung di langit, seperti milik dewa Ratnadhvaja (Panji-panji Permata), yang memancarkan melodi tanpa dimainkan. Berbagai suara ini bergema dengan ajaran-ajaran tentang pemujaan terhadap Buddha, Dharma, dan Sangha.” […] Ada berbagai Buddha, berbagai Tanah Buddha. Dan membaca kisah ini akan membantu kalian – membantu, menyemangati, dan menginspirasi kalian untuk mengingat Para Suci, Para Bijak, dan tentu saja, mengingat TUHAN Yang Mahakuasa. Saya mendoakan yang terbaik untuk kalian. Baginda Raja Nu dari Dosy, dan rakyat Tanah Buddha Dosy, juga mendoakan yang terbaik untuk kalian. Dan Dia juga membawa cinta dan berkah ke planet kita, untuk membantu siapa pun yang memiliki afinitas dengan-Nya atau percaya kepada-Nya, agar mendapatkan peningkatan dalam upaya mereka menuju pembebasan spiritual, serta mereka yang masih berada di status yang lebih rendah. Kita mengucapkan terima kasih yang sedalam-dalamnya kepada-Nya dan mendoakan kemudahan dalam tugas-Nya ketika membimbing para makhluk menuju level spiritual yang lebih tinggi dan menjadi terbebaskan selamanya. Amin. Saya sungguh mendoakan yang terbaik untuk kalian semua, para murid saya, tentu saja, dan para pengikut serta non-murid, juga non-pengikut Saya sampaikan kepada kalian apa yang sepenuhnya lebih dari 100% kebenaran. Dan karena saya perlu memberi tahu para murid saya beberapa hal yang saya lakukan, dengan siapa saya berbicara, karena saya jarang memberi tahu mereka apa pun yang saya lakukan. Saya pernah memberi tahu sebagian kepada mereka, tapi tidak sedalam dan sedetail seperti hari-hari ini. Dan saya harap saya bisa membuat satu lagi, Raja berikutnya. Saya kira yang kedua setelah Tanah Dosy adalah Tanah Puse. “Puse” – itu artinya “Kebebasan”. Saya harap saya punya cukup waktu untuk melanjutkan laporan ini – percakapan dengan satu Raja demi Raja. Sampai jumpa lagi. Saya mencintai kalian semua. Dengan seluruh cinta yang saya miliki. Photo Caption: “Senang Bisa Tumbuh Kembali dan Terus Bertumbuh”











